Sabtu, 02 Januari 2010

2010: "Peace", "Prayer", and "Back to Bible" year ^^

-To the world you may be one person, but to one person you may be the world-
And where is my world? Let's cekidot ^^
Wew! Udah berapa lama kagak nulis ini blog yah?? 1, 2... wah, kayanya udah setahun. Hohoho ^^. Dah lama banget ternyata gue tidak menyentuh dunia tulis menulis sejak adanya Pesbuk (read: Facebook. Lha??). Padahal jaman dulu kala, dunia tulis menulis udah jadi kegiatan "sakral penuh cita rasa autis" tersendiri buat gue. Sekarang, hmmm... Mari kita tinjau balik lagi.
Time does fly so fast...
Yupz! And everything change so fast too. Kalo gue oprek-oprek lagi jaman SMA gue ama diri gue sekarang, Wow! It is TOTALLY DIFFERENT! Kehidupan gue seperti dibalik 180 derajat semenjak gue di Bandung. Dan tahun 2009 adalah tahun di mana gue sepenuhnya merasakan kehidupan gue sebagai Yolanda Ghea, mahasiswi kota Bandung.
Pertama, dari awal 2009. Fiuhh, perjuangan pisan melewati sengitnya pertempuran darah melawan mata kuliah Fisika di medan perang ITB. Bersyukur bisa dapet BC (Thanks for my RBL team). Dan perjuangan gue di Semester 2 pun juga dipenuhi berbagai perang-perang yang lebih parah lagi yang harus gue tempuh. Again, gue harus ketemu Fisika T.T. Tapi, gue lebih semangat kali ini. Cumaaaaaa... karena gue sempet sakit, jadinya ngga bisa dapet nilai maksimal di UTSnya. Yah, walhasil dapet C deh. Hukz T.T
Next time, I must be better!
Yah, gue masih akan berkutat seputar Fisika lagi kok untuk tahun-tahun mendatang. So, my battle isn't finish yet! ^^
Terussss... Dari segi kehidupan gue yang lain (dunia gaib??), gue juga mulai menginjak kancah Mimbar GRABS untuk pertama kalinya seumur hidup gue. Pengalaman pertama gue pas menginjak mimbar adalah gue dikomentarin lalala. Maklum, gue masih amatiran klo soal nyanyi (==') dan memang gue akui tempat ini bener-bener profesional dalam performancenya. Mereka paham arti "Memberikan yang Terbaik" dari dalam hati masing-masing individu. Gue akui mank berat buat berada di tempat bernama "Mimbar" ini. Berulang kali malah gue pengen keluar dan ngga mau ke GRABS lagi gara-gara keegoisan gue yang masih kaya anak kecil ingusan. Tapi, gue bersyukur gue bisa jalanin proses ini dan bertahan di tempat ini sampai sekarang, yaitu sebagai pelayan singer dari cell ITB di GRABS.
I won't regret all those memories in my mind. They did make me stronger, as I am right now.
Ada segi lain yang gue amat sangat menghabiskan banyak waktu, tenaga dan hidup gue selama satu tahun ini untuk berada di sana. Tak lain dan tak bukan adalah Friendship! Wow!!! Dunia yang sangat senang gue telusuri, dalami, ceburi, renangi, dkk, dll, dsb, dst. Ya! Gue sangat fond dengan teman-teman di sekeliling gue. Terutama sobat-sobat gue. Dari maen bareng, tidur nyemper bareng, makan bareng, belajar bareng, berantem bareng (???), ketawa bareng, nangis bareng, Wah! Semuanya deh! My world does live in my friends! I'm so happy! ^^
Heh! Is that really my world? Ada tapinya, kawan...
Januari, Everything seemed very lively and perfect! Ya! Januari gue masih berkutat dengan UAS dan teman-temannya untuk mendapatkan IP 3,5 yang gue inginkan (Sayangnya blom bisa ternyata =='). Dan di Januari, gue sempet maen bersama temen-temen gue ke Lembang (bener ngga yah?). Pokoknya menyenangkanlah! Semuanya berjalan sedamai dan setentram yang gue inginkan. Ini dunia yang gue cari! Ini dunia yang gue pengen menetap di sini!
But, sometimes when you stay still on your comfort zone, you'll stuck in your fears that you will lose that 'zone'.
Dan itu benar. Februari adalah permulaan dari perubahan yang ada di sekitaran kehidupan gue. Ada yang tiba-tiba jadianlah, ada gosip beredar tentang gue lah, ada ini itu lah. Well, awalnya gue ngga sadar kalo masalah-masalah kaya gitu bisa jadi berabe kalo gue ngga take care itu dengan baik. Mungkin gue masih terlalu polos atau terlalu takut buat selesain masalah-masalah itu secara tuntas. Tapi yang jelas, gue masih terlalu bodoh untuk ngga melepas comfort zone gue saat itu yang berakhir parah ke depannya.
Maret. Ada 3 orang terdekat gue yang ultah. Yang 2 harinya barengan. Yang 1 lagi, sehari setelahnya. Hectic banget gue untuk mikirin soal ini, secara mereka orang-orang yang penting bagi gue. Bahkan gue mempersiapkannya dari bulan Februari dan itu baru pertama kali seumur idup gue lakuin. Dan pas hari itu dateng, Wah! Gue bahagia pisan! Walau saat itu gue lagi kecewa, rasanya perasaan negatif itu hilang pergi ajah. Really love my family, Cell ITB! ^^
Dan April pun datang. "Revolution 2" (Special event Paskah GRABS) udah di depan mata. Di bulan ini gue mulai disibukkan dengan UTS dan sahabat-sahabat gue yang sering kumpul berlima di kamarnya Ana (Kimia '08 ITB). Dari nyari kado dan kartu rame-rame buat gebetannya temen kita yang ultah, pusing soal Fisika, maen PS (Naruto and WE) di kamarnya si Ana, curhat rame-rame juga di kamarnya si Ana, semuanya pokoknya ada Ana deh (lho?? ^^). And it was really fun! We have so much fun that time! Gue belajar banyak banget dari mereka semua, ngga hanya cuma maen saat itu. Ada temen kita punya masalah, kita dengerin bareng. Ada yang grogi mau kasih kado, kita doain dari jauh biar dia ngga grogi pas di sana. Pas kita bareng-bareng maen PS, kita sharing about our life. Pengalaman yang ngga akan pernah gue lupain ^^.
And I really did think, it would last forever... But...
Mei. Bulan penuh UAS dan tingkat kesetressan TPB paling tinggi sebelom ganti status jadi mahasiswa tingkat 2. Bahkan saking stressnya, temen-temen gue di FTI rela menceburkan diri dan diceburkan (???) ke kolam Indonesia Tenggelam (Intel) abis UTS Kimia yang kedua. Wew! Dari sanalah (kayanya) tercetus dibuatnya AKINTEL (Alumni Korban Indonesia Tenggelam) yang gue Like This abis ^^. Yah, cukup sekian buat di Mei. Hmm..... Did we forget something? Oh iya! Ultah gue! Hehehe ^^. Ultah gue dilangsungkan cukup meriah dan heboh (secara yang ultah ada 3 orang. Stefi "Stefan", Kak Budi "Soundman" ama gue. Kalo ada Kak Edo, jadi berempat dah. Hohoho ^^), yang bahkan kue ultah gue disulap buat ditiup lilinnya ama 3 orang (Yang bahkan gue bertiga ngga sempet niup!!! Sapa tuh yang niupnya napsu banget?? Wkwkwk ^^). Well, thanks buat yang dah repot-repot buat kasih kue ke gue. I really appreciate it a lot, Best friends! ^^
Lanjut! Juni! Wah, jangan diitung deh nih bulan. Gue kerjanya di warnet mulu. Tidur, makan, ngenet. Tidur, makan, ngenet. Wah, bosen pisan! Dan ada yang membuat gue BT di bulan ini. Temen-temen gue ultah and gue ngga ada di sana. Wekz =='. Rumah pun menjadi tidak kondusif lagi dan membuat gue sempet melakukan hal terbodoh sepanjang tahun ini. Jadi pengen cepet balik Bandung!! Dan Juni pun mulai riweuh dengan kegiatan yang berjudul "PRO-KM".
Yupz! Juli adalah semuanya tentang PRO-KM! Wew! Gue kira hidup gue akan dihabiskan di sana dengan diklat, diklat dan diklat sampai akhir hayat gue. Wah, pokoknya seru banget deh tuh kegiatan. Ketemu ama temen-temen baru, pelajaran baru, semangat baru, kerjaan baru, kegiatan baru dan hal-hal yang berjudul "baru" lainnya (tapi bukan pacar baru pastinya ^^). Dan waktu gue bener-bener tersita banyak oleh hal "baru" ini sampe hal-hal yang lama gue nyaris lupain (=='). And that's my biggest error... Everything start to change...
There is no beginning if there's no end...
Dan gue merasakan hal itu sangat sangat dan sangat dalam. Kehidupan gue emang berubah banget sejak naik jadi tingkat 2. Dari yang biasanya ikut dalam keramaian 70 orang dalam satu kelas, jadi mulai ber"autis" dan ber"alay" ria dengan 23 orang di Astronomi. Ngga cuma itu. Gue sempat goyah di mimbar karena sahabat-sahabat gue ada masalah, bentrok dengan sobat gue di cell, nyaris berantem ama otoritas, dan banyak hal lain yang membuat gue mulai goyah di Agustus. Kayanya dampak dari gue terlalu nyaman jadi kaya gini deh. Fiuhh... I started to hate this process...
Although if I already prepared for this all along, I'm still don't know if I can survive from this "path" anyway...
The pains started to roam! Yeah, mulai dari September (Ultahnya orang yang gue suka tapi dia ngga ada dan temen-temen terdekat gue di mimbar mulai pergi atu-atu T.T), Oktober (Kedua sobat gue berantem dengan akhir tragis. Dan sempet nyaris berakhir tragis di gue juga T.T), November (Gue sakit parah selama sebulan sampe bolos kuliah berapa kali gitu. Wekz =='), dan Desember (Mendapat berita yang cukup menyakitkan di telinga dan gue harus telen itu bulet2). Semua kejadian-kejadian di semester awal tingkat 2 gue, nyaris berakhir tragis. Bisa nyaris gila dan nyaris mati klo gue begini terus. Tapi, masih ada lho kejadian-kejadian yang bikin gue seneng dan Wow! juga. Misalnya pas dikasih kesempatan jadi WL. Weuh!! Gemeteran hebat banget gue saking groginya dah kaya lagi kena gempa skala 8 ritcher. Herannya, Tuhan tuh kasih gue kesempatan pas gue lagi ngga bisa apa-apa dan ngerasa jauh banget ama Dia. Wew...
'Cause HE always loves us in many kinds of way. HE always try to hear the question "Why" not only when you in the edge of the death, but also when you're at the happiest peak in your life...
Dan here I am, standing on the early days at 2010. Setelah gue mengoprek-oprek buku SaTe gue yang dulu (yang selama semester ini rada terbelengkalai), gue menemukan banyak hal dan jawaban-jawaban yang selama ini gue cari di sana. Di penghujung tahun 2009, gue dihadapkan oleh beberapa pilihan yang memaksa gue untuk berpikir penuh dan berani mengambil resiko yang mempertaruhkan hidup dan masa depan gue. Jujur, itu sempet bikin gue bingung luar biasa dan nyaris memilih untuk ninggalin semua yang ada sekarang. Gue bukan orang yang kuat. Gue orang yang penakut yang kadang cuma bisa ngomong doang. But, I must face it. Keputusan gue mungkin cuma buat gue, tapi gue yakin itu bisa berpengaruh ke semuanya. Dan gue pun akhirnya memilih,
"I strive through, no matter what happens."
Yupz, ada beberapa hal yang sedang gue hadapi sekarang gue putuskan dengan hal yang berbeda dengan orang-orang lain pikirkan. Beberapa bilang keputusan gue adalah hal terbego yang pernah mereka liat. Beberapa orang lain jadi rada bingung. Dan ngga heran juga ada orang yang setelah denger itu, malah pergi gitu ajah seakan gue sedang bergerak menuju menjadi sampah masyarakat.
Well, let's see. Okay? ^^
Apakah keputusan gue itu bener-bener se"sampah" yang mereka kira? Atau gue sedang berada di jalan yang bener? Yah, gue masih blom tau seh, karena itu sama aja gue harus menjawab pertanyaan gue dulu. "Am I trusting a betrayal? or betraying the Truth I trust?". Whatever will happen, gue mau tetep berjalan dalam proses gue. No forcing, only surrendering everything to my Lord.
Dan pilihan gue itu bukan kebetulan. Gue bahkan sudah memikirkan dan memutuskannya sejak lama, tanpa gue sadari.
Ok! Balik lagi ke "Peace", "Prayer" and "Back to Bible" year! Thanks a lot to my GOD and everyone that passed the 2009 year with me. Gue bener-bener bersyukur masih bisa ada sekarang di tahun 2010 ini dan ngelewatin proses yang luar biasa di hidup gue. Thanks a lot too my friends and my family. I won't regret I have friends like you ^^.
Dad, I don't know what will happen in the future. Maybe someone will come and leave or we maybe hand in hand friends and then we must face each other like enemies. Although it is painful, I know that the Faith, Hope and Love will always prevail. Show me how to rely on it once more.
Yupz! Let's get ready for 2010! ^^
-If someone comes into your life & becomes a part of you but for some reason he/she couldn't stay, please don't cry too much... Just be glad that your paths crossed & somehow he/she made you happy even for a while.-

Selasa, 09 Juni 2009

My RBL team... (Warning! Panjang banget neh! >.<)

There’s distance in the air and I cannot make it leave

I wave my arms’ round about me and blow with all my might

Teman, numpang sharing yah!

Ada satu mata kuliah gue di ITB bernama Fisika. Gue kira biasa-biasa aja kaya pas SMA githu. Isinya yah, lumayan. Dosennya juga lumayan komunikatif. Apalagi anak-anak kelasnya juga asik-asik. Awalnya gue udah mulai suka ma ini mata kuliah. Sampai akhirnya, dibuat deh kelompok belajar dan klo buat ada proyek namanya RBL yang salah satunya nentuin kelulusan tuh mata kuliah ato ngga.

Well, kelompok baru, orang baru, suasana baru. Dari beberapa orang di sana, gue dah lumayan kenal. Jujur, gue rada sayang juga klo si jenius Petrus, Tati, Pribadi, Aul ato yang laennya kagak sekelompok ma gue (biar gue numpang nama aja klo lagi kerjain tugas. Hehehe ^^). Tapi, gue juga seneng kaya gini. Ketemu kenalan baru pasti ada cerita baru, di tim 3 kami ini.

Dan emang terjadi sebuah cerita baru dan gue mulai suka ma fisika itu cuma Awalnya.

Kuis pertama gue di ITB adalah yah mata kuliah gue ini. Kuisnya dikerjain per kelompok dan gue mulai dengan kelompok baru gue. Sekedar bagi-bagi tugas dan gue nervous juga berada di kelompok yang isinya orang-orang pinter semua (ngga nahan boo! >.<). Gue takut malah kagak bisa apa-apa dan malah nyusahin kelompok aja. Nah pas hari H, pastinya kita semua pengen dapet yang terbaik dong. Klo bisa langsung dapet A. Soal dibagiin. Kita dah ngerumunin tuh soal dah kaya bebek dikasih makan. Pas gue baca soalnya, Puji Tuhan tuh soal dah pernah gue kerjain. Alhasil, kita rembukan. Karena waktunya sedikit, kita bagi-bagi tugas. Pusing juga seh ngerjainnya, secara kagak ngerti apa-apaan gue. Belajar aja kagak. And then, gue mendengar dosen gue menunjuk kelompok gue dah kelompok bawah.

“Kelompok 3 dan kelompok 1, saya diskualifikasi.

Jujur, gue ma kelompok gue masih shock. Bahkan dengan bodohnya, gue bilang, “Udah ngga usah diwaro.” Pas udah beberapa kali tuh dosen ngulang omongannya, gue baru nyadar klo ini masalah serius. Diskualifikasi = Dapet nilai E. Lho kok bisa tim kami didiskualifikasi? Oh, ternyata ada sebuah kesalahan fatal yang dibuat oleh tim kami yang setimpal dengan nyontek (Wew, gue ngga mau sebutin orang ato kejadiannya gimana. Ngga enak euy >.<). Udah waktu itu lagi bulan puasa, lengkap deh penderitaan kami. Akhirnya, kita tetep kerjain sebisanya dan kumpulin seadanya. Terima ngga terima, tinggal berdoa aja deh.

Asli, gue shock banget. Nilai pertama gue di ITB = E. Nol! Mau jadi apa gue di ITB klo pertamanya aja udah nol. Gila, dah ngga ada harapan itu tim (sorry guys, gue jujur gue stress waktu itu >.<). Tapi, setelah itu, gue kira kami bisa bersantai. Ternyata...

Di akhir november, dosen fisika gue bilang ada proyek RBL yang harus kita buat. Pas itu proyeknya disuruh bikin silinder yang klo menggelinding di meja miring bisa sampe ke jarak tertentu dengan waktu tertentu juga. Kemiringan meja ama waktunya, dosennya yang ngatur pas hari H dicobain. Beuh! Gimana caranya tuh?? Gue cuma tau rumus and teorinya. Kagak tau cara bikinnya gimana >.<.

Akhirnya kami kumpul. Panik, lemes, bercampur males + hopeless dan menghantui kita aja. Kelompok-kelompok lain dah pada bikin dan kami... baru kumpul dan tanya-tanya orang. Astaga. Gue beneran kagak tau harus gimana dan bodohnya, gue berpikir klo temen kelompok gue yang cowo2 yang bakal ngaturin tuh proyek ampe jadi (Maap yah. Hehehe ^^). Gue tinggal ngerjain bagian gue aja.

And bagian gue ditentukan seenaknya aja ma mereka. Gue jadi KETUA. Parah!!!!! >.<

Udah gitu, dikasih taunya lewat sms lagi. Bener-bener bikin shock. Gue kagak peduli ma titlenya seh, cuma tanggung jawabnya itu loh, ngga nahan >.<. Setelah gue males-malesan juga ambil jabatan tuh ketua, akhirnya kita mulai bikin alatnya. Rada stress juga karena kita kurang data, kurang pengalaman dan cuma bermodal ngeliat hasil orang laen ato ngga tanya-tanya. Udah gitu, tugas pun numpuk, laporan belom bikin, pokoknya stress deh >.<. Bener aja firasat gue males jadi ketua. Kudu ngatur ini itu di tengah sibuk-sibuknya tugas yang ada, harus kerja lembur nyariin data, bla bla bla, yang gue paling males kerjain gue kudu kerjain. Gue ngeluh sana sini, terutama ma temen-temen cell gue dan mereka juga kayanya dah bosen dengerin keluhan gue kali.

Sampai akhirnya, gue mencapai titik di mana, gue muak dengan keadaan gue sebagai ketua.

Gue kesel, kenapa seh gue ditaro di tempat yang ngga ada siapapun yang jenius gitu biar gue kagak usah kocar-kacir pas kerjain tugas fisika yang bejublek? Ato ngga dapet yang kaya temen gue yang bisa ngaturin orang buat kumpul pada hari ini dan kerjain itu pas ini. Gue sering kali kecewa ma diri gue sendiri klo abis kumpul kelompok ngga bisa dapet apa-apa atau malah dapetnya alat gagal. Sempet pas mau ngerjain tugas fisika, gue ngerasa ngga ada orang yang bantu gue. Semuanya sibuk, gue ngerasa ngga ada yang perhatiin betapa usahanya gue untuk ngga menjerit sakit dan rasanya ngadepin sesuatu di depan buat tim gue tanpa membuat anggota gue khawatir. Senyum gue dah kaya lukisan kaku yang menyebar kebohongan kalo sebenernya tuh keadaan kami ngga baik-baik aja.

1) Pemimpin ngga boleh terlihat lemah di hadapan anggotanya.

You know, it is hurt a lot. Untuk melepaskan kenyamanan gue tidur, maen game, bahkan waktu buat gue kerjain tugas pun gue ridoi cuma buat ngurusin kerjaan yang blom beres dah tim gue, kasih mereka semangat lewat sms, dan doa. Baru kali ini gue akui, gue berdoa buat sesuatu ampe nangis tiap malem buat tim gue. Berdoa biar tim kami bisa buat alatnya walaupun cuma sederhana, tim gue bisa dapet nilai fisika bagus-bagus semua (membalas kesalahan dapet E yang dulu ^^), and everything.

Dan gue berdoa, “Tuhan, biar Engkau saja yang pegang tim ini terus maju ke depan. Kuserahkan tim ini hanya kepadaMu saja.”

Jujur, setelah gue berdoa, gue mulai suka ama tim ini. Gue suka tiap pribadi dari mereka semua. Mank ngga jarang saling bikin kesel ato kecewa, tapi klo dibandingin dengan ketawaan kami rame-rame dan apa yang udah kami jalanin, ngga ada alasan buat gue untuk ngga suka ama tim ini. I’ve learned to love someone when I’m started to pray for him/her. And di saat itu gue punya kekuatan buat maju ke depan. Bukan karena gue diberi kenyamanan, jawaban ataupun kekuatan untuk melangkah, tapi karena gue memutuskan untuk bergerak melangkah dengan memberikan apa yang gue punya seutuhnya, ngga setengah-setengah.

I cannot sense you close, though I know you’re always here

But the comfort of you near is what I long for

Saat gue jatuh dan ngerasa sendirian pun, Tuhan punya cara yang unik buat menghibur dan menyemangati gue. Pas itu, gue stress ngerjain tugas-tugas fisika buat tim dan parahnya, jawabannya susah banget. Tim gue juga sama pas kumpul, ngga punya jawaban. Dirembukin, semua (termasuk gue) kagak ngerti cara ngerjainnya. Ngga ada yang bisa nolong, temen-temen di cell juga (Maap. No offence >.<). Gue bahkan sempet protes, “Kenapa kaya gini sih, Tuhan?? Ngga ada jalan keluarnya neh??”. Gue benci jalan buntu dan itu yang harus gue hadepin. Tapi, gue belajar untuk berserah ama DIA dan gue sempet nangis saking pusingnya. You know, beberapa menit setelah itu, salah satu tim RBL gue bilang klo dia dah punya jawaban buat soal-soal itu. WOW! Gue bales thanks banget sama dia. And dia bilang,

“Tenang aja, Yol. Khan kita satu tim. Klo satu tim harus kerjain bareng-bareng.”

I really glad to have this team. The experience I’ve got with them is priceless.

When I can’t feel You, I have learned to reach out just the same

When I can’t hear You, I know You still hear everyword I pray

And I want You more than I want to live another day

And as I wait for You maybe I’m made more... Faithful...

Setelah kejadian itu, RBL masih berlanjut. Motto kita di tim adalah “Pokoknya galatnya harus sekecil-kecilnya!” Waktu itu kita cuma kira-kira doang dan denger-denger dari kelas laen. Nah, kita utak-atik sana sini biar bisa dapet angka yang hampir sama dengan perhitungan rumus. Ini saat yang paling menyenangkan dan bikin geregetan, karena kita nyoba-nyoba terus. Semuanya kerja, ngga cewe ngga cowo, semuanya mikir dan ambil pendapat. Kadang klo dah cape, kita ngobrolin apa yang laen bareng. Pokoknya seru deh!

Tapi, sempet sesuatu terpikir di otak gue. Apa sih yang gue dah lakuin buat tim ini? Gue ngeliat mereka sibuk banget. Sedangkan gue, cuma memantau, kadang-kadang menghitung, yah gitu-gitu aja. Yang kerjain alat, anak-anak cowo. Yang kerjain laporan, anak-anak cewe. Sedangkan gue? Kayanya kagak ngapa-ngapain deh >.<.

All the folly of the past, though I know it is undone

I still feel the guilty one, still trying to make it right

2) Pemimpin itu harus sabar, bervisi jelas dan berjuang hingga akhir.

And akhirnya alat kita jadi. Dengan penuh perjuangan dan tetesan air mata (hehehe ^^ lebay), alat buat RBL akhirnya jadi juga. Klo bisa kami jadi juara kelas juga (biar nilainya bisa A. Hehehe ^^) dengan galat paling kecil. Gue yakin klo tim kami bisa, walaupun ngga ada orang-orang yang jenius di tim kita. Dan pas hari H mau dicoba, suasana dah tegang aja. Tim gue juga sama. Yah, namanya juga baru pertama kali dapet proyek kaya gini selama di ITB. Nah, pas dosennya kasih tau waktunya sesuai yang kita perkirain, “Hore!” dulu deh kita ^^. Trus, kita coba-coba alatnya, dikasih waktu 10 menit ma dosennya.

You know, dari paralon yang udah susah payah kami bikin dan dimasukkin lilin banyak-banyak, yang dipake cuma paralon kosong yang gede satu ama seimprit lilin maenan.

Beneran deh, gue dah mau serangan jantung tiap tuh paralon diluncurin. 1x...2x....3x...ampe ke-5 kali diluncurin, semuanya mulus tanpa hambatan. Pas diitung nilainya dan galatnya, hasilnya bikin gue shock.

Tingkat kesalahan kita cuma 1,6%!

WOW!!! Melebihi dari target semula! Tuhan mank keren abis! Bahkan setelah itu, kita jadi tim yang galatnya paling kecil sekelas! Rasanya pengen nangis gue klo inget-inget masa-masa itu lagi. Gue inget kami satu tim pada doa pas dapet hasilnya dan itu saat yang paling menyenangkan bagi kita. Walau kita ngga jadi juara kelas (karena pas diujicoba sempet utak-atik sedikit alatnya, jadinya nilai kestabilan alatnya dikurangin), semua yang kita kerjain udah terbayar dan ngga sia-sia. Keyakinan gue selama ini ngga salah. Kami bisa buktiin klo kami bisa kerjain semua ini, walau kami cuma orang-orang biasa yang mau berusaha. And ngga lupa juga, because of God’s hands this miracle thing can happen =D.

So I whisper soft Your name, let it roll around my tongue,

Knowing You’re the only one who knows me

You know me

Di akhir semester, nilai-nilai pada keluar. Di tim kami, fisikanya ada yang lolos, ada juga yang ngga. Jujur, gue sedih kenapa gue ngga bisa kasih support and perhatian lebih ma grade mereka dan malah terlalu fokus dengan RBL + grade gue ndiri. Ini dia kelemahan yang gue kurang punya sebagai ketua.

3) Pemimpin itu sebuah panggilan untuk “menggembalakan domba-dombanya” dan KENAL atas dasar apa dia dipanggil.

Gue sama sekali ngga tau apa yang menjadi dasar gue sebagai ketua atau mau jadi ketua. Gue cuma iya-iya aja dengan apa yang udah disodorin ke gue. Semampunya gue kerjain apa yang gue bisa dan gue sadar sepenuhnya gue bukan seorang ketua yang cukup baik buat mereka. Perhatian gue cuma sms, tanyain mereka soal nilai dan itu pun jarang banget.

Have I care enough for them?

Gue pernah waktu itu jadi wakil ketua and ditinggalkan ketua gue begitu aja. Gue juga tahu rasanya jadi otoritas itu berat dan ngga gampang. Parahnya sama aja klo pas gue ditinggalin ma otoritas gue. Since that time, I blame myself so much. Gue bilang ke diri gue, andaikan gue jadi ketua ataupun anggota sesuatu tempat pun, gue cuma bakal kerjain setengahnya doang. Mungkin gue bakal bilang itu karena gue bosen, tempatnya ngga cocok ato apa, tapi itu cuma alesan. Gue sebenernya takut pas memikirkan “gue berguna ngga yah di tempat ini? Gue ada artinya ngga yah?”

4) Pemimpin tahu apa yang harus dia katakan tentang dirinya sendiri. Kenal akan pribadinya, lebih dari sekedar nama.

Mungkin sekarang gue masih memikirkan hal-hal yang kaya di atas. Ngga penting sebenarnya, egois malah berpikiran kaya gitu. Artinya gue cuma cari perhatian dan cari alesan doang khan? Well, akhirnya gue belajar pelan-pelan. Meneladani orang-orang di sekitar gue dan berusaha menerima diri gue sendiri apa adanya. Gue belajar menghadapi ketakutan gue dan berusaha berjalan ke arah yang lebih baik. Apa kata orang, gue liat dulu. Klo membangun, it doesn’t matter. Sekeras apa pun kudu gue terima klo gue mau berkembang. Klo jelek yah, gue liat juga, napa nih orang? Sensi ama gue ato gimana? Klo gue salah, kudu minta maap dan perbaikin kesalahan gue. Yah, gue belajar terima diri gue ndiri apa adanyalah. Telling myself that nobody’s perfect, but must getting on striving for the best! ^^

And from that, I’ve learned to love Process!

Satu juga kejelekan gue adalah gue suka mengejudge orang. Itu parah, yeah, karena gue terlalu perfektionis. Gue sering banget ngomong sesuatu yang gue bilang “kenyataan” dengan gamblangnya tanpa mikirin gimana cara gue ngomong. Seringkali omongan yang gue anggap “kebenaran” itu ngga jadi berkat buat orang. Kepahitan, iya. Saat gue sadar, ternyata sering kali gue menjadi orang yang ngomong doang, dilakuin kagak. Pathetic, eh? Yah, itu hal yang pahit yang harus gue terima. But, gue berterima kasih dengan segala proses dan orang-orang di sekitar gue yang terlibat serta mendukung proses itu sampe setidaknya pikiran gue yang keras kaya batu itu mulai terbuka.

Someone said I’ve been grown up. But, for me, I’m still a child. Not enough to say that I’ve been standing as a growing person.

Ada hal mutlak yang sampe sekarang masih gue pegang. Seorang pemimpin itu harus tahu dan paham apa yang menjadi potensinya, jati diri, kemampuan dan karakter anggota-anggotanya dan itu hanya didapat apabila dia kenal akan dirinya sendiri. Dan bagi gue, sekarang gue masih belom kaya gitu tuh. Jauh dari itu malah.

5) Pemimpin itu tegas, tapi penuh kasih dalam setiap tindakannya. Setiap ucapan mulutnya penuh kejujuran.

Ah, akhirnya semester 2 datang juga. Semester baru, suasana baru, dosen baru dan jadwal kuliah yang baru (walau masih masuk jam 7 pagi juga seh). Dan untuk pertama kali pas diajar dosen baru, gue baru ‘ngeh’ ma yang namanya fisika. Baru kali itu gue ada harapan baru buat fisika. Seperti biasa, ada RBLnya lagi. Kali ini gue optimis dah bisa dapet yang lebih baik. Dapet B lah minimal. Cuma, apa yang gue dapet?

UTS gue dua-duanya dapet E. Mantap! Lebih parah dari semester kemaren.

Show me how I should live this

Show me where I should walk

I count this world as loss to me

You are all I want

You are all I want

Tinggal berharap ma nilai praktikum dan RBL aja neh. Tapi, praktikumnya susah bener, tentang kelistrikan seh soalnya. Sekarang tinggal RBL, dan bahannya “Pelontar Magnet”! Oh my God...

Kemudian, berkumpul lagi deh anggota kelompok gue yang semula. Sekarang lebih adem ayem dan lebih tenang. Tapi, lebih stress gara-gara bahan RBLnya kagak ada yang kuasain sama sekali. Saat semuanya udah bikin sesuatu, kita masih nyari data. Pokoknya riweh wae dah. Udah gitu, dapetnya juga yang sederhana pisan. Padahal yang laen udah bikin bagus-bagus dan jaraknya jauh-jauh lagi. Astaga, gimana nasib kelompok gue yah??

Just Believe...

Jujur, di saat-saat itulah gue melepas semua kebiasan gue yang rajin doa dan hal-hal lain semacamnya. Citra diri gue bener-bener runtuh, SaTe ngga ngerasa apa-apa, semuanya terasa kosong, hampa dan berantakan. Gue bingung harus gimana. Adanya ketakutan mulu dan gue stuck. Dari persahabatan, keluarga, pelayanan, studi ampe diri gue ndiri semuanya runtuh dalam sekejab dan gue kembali hidup cuma buat survive. I come back to my old self, old habit. Apa bisa orang kaya gitu dibilang dah berkembang?

And gue perlahan-lahan sadar, lalu balik lagi buat cari Tuhan. Susah banget. Lebih susah dari yang dulu. Gue dah terlampau males dan serasa ngga ada harapan deh. Semua hal yang gue liat dah kaya jadi musuh ato menelantarkan gue. Well, itu pikiran negatif gue. Tapi, ada satu hal yang gue pelajarin dari semua hal yang terjadi. Gue kudu Terbuka dan itulah awal dari gue mulai proses pemulihan. Ngga kaya sihir Harry Potter sih yang langsung sembuh sekali kena siraman rohani. Tapi, dibeset-beset dulu lukanya biar pahit-pahit yang ada di dalemnya kudu sembuh juga. Sering kali dateng ke orang buat pemberesan, tapi hati gue malah diancurin demikian rupa supaya dibentuk barunya lebih mudah =D. Ngga gampang. Semua yang gue kira prosesnya bakal gini gitu, ternyata di luar bayangan gue. Lebih sakit, lebih ngancurin harga diri gue yang sombong itu sampe bener-bener gue ngga punya sesuatu yang bisa gue banggain dari diri gue.

Tinggal hanya DIA yang tersisa yang menjadi kebanggaan gue satu-satunya.

And gue mulai membawa tim 3 membuat alat RBL yang gue sendiri kagak yakin bisa jalan. Yang cowo-cowo bikin, gue kasih tau caranya gimana. Ngga lama, alatnya jadi. Jaraknya cuma setengah meter. Astaga... Tapi yang penting jalan dulu aja deh tuh alat. Gue dah puyeng kudu gimana. Pikiran gue terlalu penuh, antara yang harus dipikirin ma yang ngga dipikirin, gue aja kagak bisa milah-milah. But, bener-bener Tangan Tuhan berjalan luar biasa. Dan pas hari H, alat itu diuji coba. Memang ngga maksimal, karena daya magnet yang kami pake buat pelontar udah ngga sama kaya sebelumnya. Yah, setidaknya dah juara 3 dah bersyukur ma Tuhan deh.

Kesel ngga? Yapz, gue kagak bisa boong klo gue ngga kesel. Semester ini seharusnya bisa jadi lebih baik, malah lebih parah dari sebelumnya. Gue jujur iri ama kelompok lain yang selalu bisa jadi yang terbaik di kelas. Kenapa yah tim gue gak bisa kaya mereka? Kenapa gue ngga bisa bawa tim gue bisa sehebat kelompok mereka? Seandainya gue bisa jadi perwakilan kelas aja.... Ah, tapi kayanya kagak mungkin dah.

Eh, yol! Gitu-gitu Tuhan denger lho!

And eng i eng! Tanggal 29 mei 2009 Jam 16:23:59, gue dapet sms dari ketua kelas gue klo tim gue ternyata... LOLOS JADI PERWAKILAN KELAS!! Wow!! Gue shock. Pas itu gue lagi jadi pelayan PA dan emang ngga mungkin dateng seh ke kompetisinya, secara udah mulai jam 4. Tapi, bener-bener gue shock pisan. Ampe kata-kata dari Kak Jefri gue cuma denger setengahnya (maap kak Jef >.<). Really, GOD IS GREAT!! Gue ngga peduli dengan gue bisa ikut kompetisinya ato ngga. Bagi gue, ngelayanin Tuhan dan kasih waktu gue pada saat gue mesti hadir sebagai perwakilan itu lebih berharga dari menang RBL se-ITB sekali pun. Mank sayang seh, tapi, gue ngga nyesel. Gue minta maaf juga ma tim gue seenak jidatnya memutuskan kaya gitu. Tapi, gue thanks banget ama beberapa dari mereka yang udah meridoi itu pertandingan.

Guys, gue akuin gue ngga bukan ketua yang baik buat tim 3 ataupun di mana pun gue berada. I know, as a leader I’m still not qualified enough to be the one. Yah, mungkin di cerita ini gue terlalu banyak ngeluh, gembar-gembor sana sini, but, this is what I feel. Gue jujur ngga terlalu bisa menyampaikan isi hati gue seleluasa dengan ngomong biasa. Makanya gue tulis di sini. Really, I’m grateful ama tim 3. Buat, Nadya, Dewi, Rezkia, Shabrina, Wefy, Hafizh and Adi, thanks banget yah! YOU’RE THE GREATEST TEAM I EVER HAD! Really proud of you all. Maap yah klo gue kagak bisa berbuat lebih sebagai ketua team. But for me, all of you are the BEST. Maap juga kalo gue pernah salah dan galak ma lu pada-pada. Entirely my fault. Sorry yah... =D Thanks juga buat anak-anak cell yang telah mensupport gue selama ini. Wew, tanpa kalian, gue kagak tau deh masih bisa jalan apa ngga ampe sekarang kaya gini. Thanks a lot! (and maap yah klo gue sering membawelkan kalian dengan berbagai keluhan gue. Wkwkwk ^^). Thanks buat anak2 kelas T-02 yang solid. Ngga nyesel punya temen sekelas kaya kalian =D. And terutama, Thanks GOD! Without You, we're nothing! =D

Visi gue adalah membuat sebuah tim yang BEDA dari tim lainnya. Bukan fokus ke hasil, tapi fokus ke tim itu sendiri dan anggota-anggota di dalamnya. Tim yang menyenangkan! ^^

And this is really a FABULOUS experience for me. Sederhana seh, walau gue tulisnya kepanjangan (maap yah >.<). Tapi, dari hal sederhana itu gue banyak belajar. Tuhan mengajar gue dengan tegas, tapi ngga sekalipun DIA tinggalin gue. DIA selalu ada bareng gue, kapan pun, di mana pun dan bagaimana pun. Dia mengajari gue yang ngga pernah gue sangka dan pikirin sebelumnya. Belajar untuk sabar dan berdiam diri, belajar buat mengampuni, belajar mengasihi orang apa adanya, belajar tidak menghakimi, belajar untuk tegas, belajar untuk bekerja sama, belajar percaya dan belajar mengenal kehidupan dari setiap hal kecil yang kami jalanin bersama. Really, setelah gue pikir-pikir, kehilangan waktu tidur, maen game, ngerumpi bareng temen pun bukan hal yang besar buat dikorbanin saat ada sesuatu yang berharga yang harus gue perjuangin. Orang ngga ngerti dan ngga paham kenapa harus begitu. Tapi bagi gue, hidup itu bukan buat diri gue sendiri, bagaimana gue bisa membaginya itu dengan orang lain. No need to be a leader to do something like that, but, when you choose to strive hard for other people near you, you already starting a new life.

Leader is someone who want to serve the other people faithfully. If I can do it, you can do it, because there’s no impossibility in God (Matthew 19:26)

Lirik di atas dari lagu Faithful – Brooke Fraser

Minggu, 21 September 2008

I need sometime to think...Alone...

It seems the world is too quiet for me...
It looks too vast for me...
And too lonely for me...
I know YOU're there....
I really know...
There's no but...
I don't want to make a mess with YOU with that kind of word...
'Cause YOU do know everything...
I have worries...
And fear...
Which stressed me out...
And took me out from YOUR presence...
I really had a hard time too passed this...
To control the kind of thing that called "EGO"...
YOU know more than me...
I cannot touch the lovely creature that YOU had made...
He's not mine...
Only YOURS... and YOURS alone...
How could I passed this without YOUR power?
It seemed YOU chose him more than me...
Although I know, YOU never leaving me behind, LORD...
I really sad...
I really so sad...
And the worst part...
I could only buried it deep in my heart...
Only YOU know...
Only YOU and me...
I don't think someone will care about it...
I really cannot force my will unto others...
Or I will be dissapointed...
LORD, YOU know how much deep this suffering I took?
To create the new era of me...
Deserting all my hope and desire...
Only to worship YOU!
I really don't have any regret left, LORD...
If YOU wish,
YOU could take it all from me...
My body, My Soul,
My heart, My Life,
Everything on me...
.....
.....
.....
I really need sometime to think...Alone....
Guide me, LORD...
So I can pass it as YOU want us to be...

Jumat, 12 September 2008

Beranjak menjadi dewasa...(-_-)

Gue lagi bingung nih... Bete pisan juga euy... Dah sebulan lebih kayanya gue di bandung. Tapi, ngga berubah juga hati gue kayanya. Tetep beku dan ngga bergerak lagi seperti layak adanya. Entah kemana tuh hati lagi pergi... Gue juga ngga tau... hahhh..... Kayanya gue jadi serba salah... Begini salah, begitu salah... Semuanya gara2 Kalkulus! (loh?) Duh!! Yang jelas gue lagi stress nih... Ngantuk pula... Huammmhhh... (-_-) Gue lagi ngga bisa yang namanya mikirin cowo... Dosa, cobaan, godaan beratz itu di ITB yang serba...SINTING!! Amin deh supaya gue bisa berhasil di tempat aneh ini... Begitu banyak macam orang bertebaran di tempat ini. Aneh bin ajaib... Yang polos2 tapi nancep ngomongnya... Bae2 tapi ada maksudnya... Ada yang agresif, ada juga yang lemah gemulai... Ada yang seru, tapi kosong hatinya... Ada yang adem ayem, tapi dingin2 empuk... (loh? loh?) Tapi, yang jelas.... NGGA ADA YANG BISA MENGISI KEKOSONGAN HATI GUE!!! Serba salah juga gue... Tuhan kayanya dah kelewatan bae ma gue... Tinggal nunggu ditimpuk ma diseret balik ma DIA aja nih kali ini... Gue bener2 males kuliah!! Ngga ada semangat hidup!!! Semuanya ancur gara2 tuh "orang"!! Hahhh..... Enaknya ngapain yah?? Gue ngerasa ngga bebas... Ngga bisa jadi diri gue sendiri apa adanya... Dah tugas ma pr banyak banget lagi! Sering ngantuk, ngga ada napsu makan... Yah, walau sebenernya gue bersyukur juga sih ke Bandung... Daripada gue beneran mati kelaparan di rumah... Ngga ada kerjaan... Ngluntang-nglantung ngga jelas di rumah sendirian... Ntar bisa sekuler lagi gue... Kembali ke kehidupan hitam kelam gue yang nyaris buat gue bunuh diri (*mode serius on!) Eh, tau2nya... Gue ketemu kembaran masa lalu gue di ITB... Mirip pisan euy (Bukan soal muka. Camkan itu!) Dia bener2 bikin gue jadi kembali tenggelam dan malu... Dulu gue ternyata kaya gitu yah??? Hahaha... Lucu banget!! Sinar matanya itu... masih bagus dia punya... Sedih rasanya klo ngeliat dia, kaya bercermin ke diri gue yang dulu... Ke diri gue yang masih punya pengharapan buat bangkit... Tapi sekarang...?? Boro2!! Gue pengen punya sinar mata kaya gitu lagi... Penuh usaha untuk mencari pengharapan... Bukan kaya gue sekarang... Yang udah dirampas dari alam sadarnya dan dah ngga bisa melihat semua hal seperti dulu... Kehangatan yang dulu orang cari dari gue... sekarang udah hilang... Sampe gue sempet mikir... Orang masih butuh gue ngga yah?? Cuma karena gue inget Tuhan aja... gue kaga mau berhenti sekarang... Cuma buat TUHAN aja... Kesannya bukan buat orang laen gitu... Hikz... Tuhan, tolong buka hati gue... Gue lagi menderita banget nih T.T. Mudah2an nanti menjadi lebih baik... Karena berubah itu susah... Dan untuk menjadi dewasa, gue perlu berubah... Susah donk klo gue kaga henshin2 menjadi yang lebih baik? Duh, gue bete abis... >.<

Jumat, 25 Juli 2008

I LoVe WriTInG!!! YaY!!! ^o^

Eh, gue dah release cerita lohhh... Aihhh!! Gue seneng banget ^o^ Soalnya cerita gue juga review ma orang laen. Nih, cerita yang udah gue release (kebanyakan fanfic sih, tapi bolehlah yah ^o^)

  1. All started from her (based from Beauty Pop)
  2. Fishing without Bait (based from Suikoden)
  3. I hate him! But... (based from Suikoden)
  4. Forsena (my original story boo!! )

Gue ketemu ma banyak temen deh. Misalnya, Shara Sherenia (Ren-chan!), Kuro-kihaku (Kuro-san!) ma banyaaaakkkk lagi. Gue seneng bisa bikin cerita. Cita-cita gue mank jadi penulis sih... Cuma ada masalah. Masalah terbesar gue itu... GRAMMAR!!! Urgh! Sebel deh grammar gue jelek. Pengen banget bisa lebih bagus lagi. Gimana caranya yah?? Yah, ntar gue cari tau deh caranya gimana. ^o^ Klo ada yang punya ide, kasih tau yah!!! Oh iya, trus klo misalnya ada yang mau nulis cerita, masuk ke sini aja:

  1. www.fanfiction.net
  2. www.fictionpress.net (ato kebalik yah?)

Nanti kita register dulu. Gratis kok! Cuma perlu modal e-mail, jadi deh ^^. Trus, kita upload cerita kita ke dokumen. Abis itu, kita masukin ke stories. trus, add new stories. Buat yang masih baru, nanti baca guidelinenya dulu yah! Ngga usah semuanya, yang penting baca ratingnya aja. Trus kita pilih kategori deh! Masukin ceritanya, add keterangannya... And Eng i eng!!! Jadi deh kita release cerita! ^o^ Asyiknya, kita bisa kasih comment ke cerita orang dan juga sebaliknya! Kapan lagi bisa jadi penulis?? Ayo gabung! Klo dah gabung, add daku yah!! Pen-name ku : Rie Mizuki Jangan lupa yah!! Ditunggu loh!! -_^

Jumat, 11 Juli 2008

Bingung? Kalo gitu pegangan.

Gue sering kali bingung hari-hari ini...

Kata orang sih, kalo gue bingung, mendingan pegangan aja.

Tapi, pegangan ama siapa yah??? Ama tiang listrik? Gue juga bingung...

Hahhh...banyak hal yang gue pikirkan dan itu semua bikin gue pusing sendiri...

Kalo gitu ngapain gue pikirin juga yah? Ah, gue emang rada aneh...

Tapi, setelah gue berpikir-pikir lagi, ternyata gue itu...memang super aneh!

Gue orangnya suka mikirin orang laen.

Tapi, ngga pernah mikirin diri sendiri...

Ngga pernah mau egois.

Tapi, malah jadi yang paling maruk di antara yang termaruk...

Gue orangnya ngga sombong.

Tapi, pedenya selangit.

Gue jarang remed IPA.

Tapi, kn ama Sejarah gue ngga pernah lolos (lah apa nyambungnya?).

Tapi, yang jelas akhir2 ini gue jadi mikirin siapa diri gue yang sebenernya.

Banyak kejadian yang gue lewatin dan banyak temen2 gue yang mulai putus (hiks...hiks...sedihnya).

Apalagi sekarang udah mau lulus. Wah, berabe nih. Gimana nasib kn ma sejarah gue yah???

Ok2 kembali ke topik.

Hmm...gue jadi kepikiran banyak hal kenapa bisa begini, kenapa bisa begitu.

Dan hal2 lainnya yang kadang2 ngga penting.

Tapi, ujung2nya ternyata berarti banget bagi gue.

Hahhh...cape juga sih hidup kaya gini.

Tapi, gue seneng ngejalaninnya.

Karena gue bisa mengenal seseorang bernama "Gue. Yolanda Ghea."

Orang langka yang limited edition karena cuma ada satu2nya di dunia.

Dan gue bisa menikmati semua yang ada di sekitar gue...

dan apa yang ada di dalam hati dan pikiran gue.

Hidup itu ternyata enak2 aja. Enjoy aja!

Walau gue sering bingung dengan berbagai macam hal...

Dan bikin gue kusut kaya orang gila saking stressnya.

Gue suka diri gue apa adanya.

Gue suka keluarga gue apa adanya.

Gue suka temen2 gue yang D'best abis dah!

Dan gue berterima kasih banget ama pelajaran2 berharga yang udah diberikan oleh2 orang2 yang telah melukai hati gue.

Yang paling utama, Thanks to My GOD always. (I love YOU, Jesus! ^_^)

Selama gue masih hidup...

Gue mencoba untuk menikmati semua yang ada.

Walau gue seringkali ngga punya sandaran untuk melepaskan penat yang kadang2 menyiksa.

But anyway busyway, semuanya itu membuat gue tersadar.

Kalau manusia itu terbatas...

Dan dalam keterbatasannya itulah yang membuat manusia menjadi...

Luar biasa.

Luph you all my felow family and friends! ^o^

rENcAna ULtaH gILa aLa YoL's

Kayanya gue emang gila banget kali yah... Tadi pagi, tepatnya jam setengah 7 tanggal 29 Oktober 2007 di kelas 3A2 tercinta... Gue mulai melancarkan serangan gerilya. Dengan koordinasi yang baik dari temen2 gue di kelas, gue berencana ngerjain satu makhluk cupu yang lucu dan pinter abis di 3A2. Namanya Yovita. Dia ulang tahun hari ini. Awalnya, pagi-pagi Angel ketemu ma Yop2 dan mulailah rencana. Angel pergi dulu dari kelas, baru Yovita pergi digiring Wenlie ma Putri keluar. Hpnya Angel kita masukin ke tasnya Yovita, trus, jadi deh. Pas jam 1, pel bio, Bu Fitri damprat Angel dulu pertama kenapa bisa teledor. Trus ada penggeledahan khan. Eit! Tapi tunggu dulu. Kalo digeledah, naruto gue 7 dvd bisa2 disita ama dia. Ups! Untungnya, dia cuma minta hp angel dimiscall. Then... *Toreng toreng!!! Hpnya bunyi! Dan setelah dicheck, ketemu deh di tasnya Yopita. Si Yop2 langsung banjir air mata. Jadi ngga tega ngelanjutinnya. Padahal, kita semua lagi ketawa2 di belakang sambil nyanyi "Bagi kuenya...bagi kuenya..." Dengan orang2 kelas yang rada odong juga, Bu Fitri mensilentkan suasana. Trus diinterogasi deh dia. Dari panggil Bu Nita ama Bp... Nama Susie pun dibawa-bawa boo! Buset deh. Trus Yop2 dibilang tukang klepto khan dan disuruh periksa ke psikiater (ouch! dalem banget choy!). Dari perdebatan antara Wenlie dan Bu Fitri yang paling panas sampe Bu Fitri gebrak meja. (Mantep banget tuh! Keren!) Trus sampe nomor orang tua diminta. Dan yang paling keren, Angel bilang, "Gue ngga nyangka ternyata elo begitu, Yov!" Wkwkwkwk!!! Kocak abis deh! Bisa mati ngakak gue. Trus Bu Nita dateng khan, dengan tampang udah mau ketawa2. Hahaha...^_^ Pake acara nanya ama Yovita, "Semalem kamu mimpi apa?" Hahahaha!!! Belom lagi Wisnu yang tampangnya bego banget pas ditanya. Wkwkwk!!! ^o^ Dan tiba-tiba, .....JRENG!!! 2 Kue Blackforest yang nyummy punya dateng menghampiri Yovita dengan senyuman lebar Bu Fitri dan Bu Nita. And everybody shouted in Joy. Hehehe...^_^. Potong Yovita, eh! Potong kuenya! Hehehe... Dan gue rada dosa juga sih menjadi otak dari semua rencana ini. Pokoknya itu ulang tahun yang pasti ngga akan dilupain ama tuh anak seumur hidupnya ampe 7 turunan, amin. Tapi, yang gue pengen mereka tahu bukan betapa kreatif atau gilanya gue bikin rencana kaya gitu. Gue cuma pengen mereka tahu kalau gue sayang banget ama mereka, temen2 gue semuanya. Ngga lebih, ngga kurang. Temen2 gue yang gue percaya... Nah, siapa lagi yah korban gue berikutnya??? (:-D)